Jumat, 25 September 2015

Cara Setting DHCP, HTTP dan DNS Server.

Nama : Ma'rifatun Nafila
Kelas  : XI Tkj6
Guru   : Pak Selamet Hariadi S,Kom
Abstrak : Cara Setting DHCP, HTTP Dan DNS Server.
         
                          Cara Setting DHCP, HTTP dan DNS Server
Langkah - Langkahnya Di Bawah ini..
1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer.
2.Lalu letakan atau Tempelkan  Perangkat - Perangkat Yang di butuhkan, seperti Gambar di bawah ini :    
        
3. Klik Server, pilih Config, Lalu Pilih DHCP , Masukan Default Gateway, DNS Server, IP dan juga Subnetmasknya. Seperti di bawah ini :
              
4. Lalu klik Server - Desktop - Pilih IP Configuration, Lalu setting IP nya..
             
5. Setelah Selesai menyeting IP Configuration. Langkah Selanjutnya Setting DNS nya. Masukkan Addresnya dengan IP nya DNS Server. Lalu ON kan Dan pilih Add.

 


















6. Setelah Selesai Setting DNS Lalu Setting HTTP nya, Ganti Kata Cisco Packet Tracer Dengan Nama Kita masing - masing & juga kelas kita..                
             
7. Setelah Setting HTTP Selesai, Kita Tinggal mengecek berhasil tidaknya pada PC & Laptop. dengan cara klik PC plih IP Configuration, Pilih DHCP. Secara otomatis jika berhasil IP nya akan muncul setelah Kita milih DHCP.
            
8. Langkah Pengecekan yang selanjutnya, Klik PC maupun Laptop  pilih Web Browser.
            
9. Langkah Selanjutnya Setelah buka Web Browser. Ketikan Pada kolom URL Dengan Hostname yang kamu masukan Pada DNS Tadi, misalnya : www.Nafila.com Seperti di bawah ini..

            
10. Jika Sudah Muncul Seperti Di atas Berarti Setting telah Berhasil di lakukan....
  Terimaksih. Mungkin Hanya itu yang bisa saya Post, Semoga Bermanfaat....



    

Senin, 21 September 2015

Tugas Pengembangan Jaringan Lanjut (QoS)

Nama                   :Ma’rifatun Nafila
Kelas          :XI TKJ
Adviser       : Sutrisna,S.Kom
Mapel                   :TKL (Teknik Komputer Lanjutan)
                              Materi QoS
1.Jelaskan Definisi QoS ....!
Definisi QoS
Quality Of Service atau QoS  digunakan untuk mengukur tingkat kualitas koneksi jaringan TCP/IP internet/intranet. Ada beberapa metode untuk mengukur kualitas koneksi seperti bandwidth oleh user,ketersediaan koneksi,latency,losses dll.
2. Apa yang di maksud dengan bandwitd, latency, losses,
 availability..?
Ø  Bandwidth
    Bandwidth adalah kapasitas/daya tampung kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dalam jumlah tertentu. Bandwith juga bisa berarti jumlah komsumsi paket data persatuan waktu dinyatakan dengan satuan bit/second (Bps). Bandwidth internet disediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung sewa pelanggan.
Ø  Latency
   Jika kita mengirimkan data sebesar 3 Mbyte pada saat jaringan sepi waktunya 5 menit tetapi pada saat ramai 15 menit, hal ini disebut Latency. Latency pada saat jaringan sibuk berkisar 50-70 Msec.
Ø  Losses
     Losses adalah jumlah paket yang hilang saat pengiriman paket data ketujuan, kualitas terbaik dari jaringan LAN / WAN memiliki jumlah Losses paling kecil.
Ø  Availability
     Berarti ketersediaan suatu layanan Web, SMTP, POP3 & aplikasi pada saat jaringan LAN/WAN sedang sibuk maupun tidak.  
3. Jelaskan Traffic control pada QoS ....! 
Traffic Control
Traffic jaringan berhubungan dengan paket data yang di bangkitkan oleh kartu Ethernet pada komputer.
4. Bagaimana cara pengontrolan QoS (packet scheduler, token buchetfilter, fifo, random early detection).. . . .? 
Cara pengontrolan QoS
·        Paket scheduler
mengatur panyampaian arus paket yang berbeda di dalam Host & router yang di dasarkan atas kelas layanan, penggunaan antri managemen & berbagai penjadwalan algoritma. Suatu scheduler juga harus dapat menjaga ketertiban/ membentuk lalu lintas untuk di cocokan dengan suatu tingkatan layanan tertentu.Paket scheduler juga disebut dengan queing discipline.yaitu antrian dalam setiap kartu ethernet yang dipergunakan untuk menyimpan antrian paket data,paket data masuk/keluar melalui qdisc.
·         Token buchet filter(TBF)
       Token buchet filter(TBF) membatasi bandwith dengan metode shape & drop ,prinsip kerja menggunakan aliran token yang memasuki bucket dengan kecepatan (rate)konstan,jika token dalam bucket habis maka paket data diantri &kelebihanya dibuang,setiap paket data yang dikeluarkan identik dengan token.
·         FIFO
  Pada metode FIFO jika trafik melebihi nilai set maka paket data akan dimasukkan ke antrian, paket data tidak mengalami pembuangan hanya tertunda beberapa saat. Metode FIFO cocok diterapkan pada koneksi internet dengan bandwidth menengah 64kbps, untuk menghindari bootle neck pada jaringan LAN. Paket data jika melebihi batas konfigurasi akan di masukkan ke dalam antrian dan pada saat jaringan LAN tidak sibuk maka paket data dalam antrian akan dikeluarkan.
·         Random Early Detection
Random Early Detection atau bisa disebut Random Early Drop biasanya dipergunakan untuk gateway / router backbone dengan tingkat trafik yang sangat tinggi. RED mengendalikan trafik jaringan sehingga terhindar dari kemacetan pada saat trafik tinggi berdasarkan pemantauan perubahan nilai antrian minimum dan maksimum. Jika isi antrian dibawah nilai minimum maka mode 'drop' tidak berlaku, saat antrian mulai terisi hingga melebihi nilai maksimum maka RED akan membuang (drop) paket data secara acak sehingga kemacetan pada jaringan dapat dihindari.
5.Jelaskan komponen – komponen yang terdapat pada lalu lintas traffic conditioner (Classifier, Meter, Marker, Shapper/Dropper). . ...! 
Komponen-Komponen yang terdapat pada traffic conditioner
Ø  Classifier 
 Classifier memilih paket berdasar pada header paketnya dan meneruskan paket yang memenuhi aturan classifier pengolahan lebih lanjut. DS model menetapkan dua jenis paket classifier:
1.  Multi-Field ( MF) Classifier  dapat menggolongkan pada bidang DS seperti halnya pada IP lain, contoh, IP address and the port number, seperti RSVP.
2.  Behavior Aggregate ( BA) Classifier, hanya menggolongkan pada bit didalam bidang DS.

Ø  Meter 
Traffic meters mengukur jika penyampaian paket itu terpilih oleh classifier yang sesuai  dengan profil lalu  lintas  yang menguraikan QoS untuk SLA antara pelanggan dan penyedia jasa layanan. Suatu meter lewat status informasi ke fungsi pengkondisian yang lain  untuk men-trigger   tindakan  tertentu  untuk masingmasing paket, baik   mengerjakan maupun   tidak  mematuhi yang diminta kebutuhan Qos

Ø  Marker 
DS menetapkan DS field dari paket  IP berikutnya untuk bit tertentu. PHB adalah yang ditetapkan dalam 6 bit yang pertama DS field sehingga paket-paket yang ditandai disampaikan di dalam daerah DS menurut SLA antara pelanggan dan service provider.

Ø  Shaper/dropper
Paket shapers dan droppers menyebabkan konformasi pada beberapa properti lalu lintas yang dikonfigurasi, sebagai contoh, token bucket filter,  seperti “Service classes” Mereka menggunakan metoda berbeda untuk membawa arus ke dalam pemenuhan dengan profil lalu lintas profil. Shaper menunda beberapa atau semua paket tersebut. Dropper pada umumnya mempunyai suatu finite-size buffer, dan paket tidak mungkin dibuang jika ada space bufffer cukup untuk memegang paket yang ditunda. Dropper membuang beberapa atau semua paket itu. Proses ini adalah mengetahui menjaga ketertiban arus itu. Suatu dropper dapat diterapkan sebagai kasus yang khusus dari shaper dengan pengaturan ukuran shaper buffer pada paketnol(zero packets). 


Tugas Pengembangan jaringan Lanjut (Qos)

Nama                   :Ma’rifatun Nafila
Kelas                   :XI TKJ
Adviser               : Sutrisna,S.Kom
Mapel                 :TKL (Teknik Komputer Lanjutan)
                              Materi QoS
1.Jelaskan Definisi QoS ....!
Definisi QoS
Quality Of Service atau QoS  digunakan untuk mengukur tingkat kualitas koneksi jaringan TCP/IP internet/intranet. Ada beberapa metode untuk mengukur kualitas koneksi seperti bandwidth oleh user,ketersediaan koneksi,latency,losses dll.
2. Apa yang di maksud dengan bandwitd, latency, losses,
 availability..?
Ø  Bandwidth
    Bandwidth adalah kapasitas/daya tampung kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dalam jumlah tertentu. Bandwith juga bisa berarti jumlah komsumsi paket data persatuan waktu dinyatakan dengan satuan bit/second (Bps). Bandwidth internet disediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung sewa pelanggan.
Ø  Latency
   Jika kita mengirimkan data sebesar 3 Mbyte pada saat jaringan sepi waktunya 5 menit tetapi pada saat ramai 15 menit, hal ini disebut Latency. Latency pada saat jaringan sibuk berkisar 50-70 Msec.
Ø  Losses
     Losses adalah jumlah paket yang hilang saat pengiriman paket data ketujuan, kualitas terbaik dari jaringan LAN / WAN memiliki jumlah Losses paling kecil.
Ø  Availability
     Berarti ketersediaan suatu layanan Web, SMTP, POP3 & aplikasi pada saat jaringan LAN/WAN sedang sibuk maupun tidak.  
3. Jelaskan Traffic control pada QoS ....! 
Traffic Control
Traffic jaringan berhubungan dengan paket data yang di bangkitkan oleh kartu Ethernet pada komputer.
4. Bagaimana cara pengontrolan QoS (packet scheduler, token buchetfilter, fifo, random early detection).. . . .? 
Cara pengontrolan QoS
·        Paket scheduler
mengatur panyampaian arus paket yang berbeda di dalam Host & router yang di dasarkan atas kelas layanan, penggunaan antri managemen & berbagai penjadwalan algoritma. Suatu scheduler juga harus dapat menjaga ketertiban/ membentuk lalu lintas untuk di cocokan dengan suatu tingkatan layanan tertentu.Paket scheduler juga disebut dengan queing discipline.yaitu antrian dalam setiap kartu ethernet yang dipergunakan untuk menyimpan antrian paket data,paket data masuk/keluar melalui qdisc.
·         Token buchet filter(TBF)
       Token buchet filter(TBF) membatasi bandwith dengan metode shape & drop ,prinsip kerja menggunakan aliran token yang memasuki bucket dengan kecepatan (rate)konstan,jika token dalam bucket habis maka paket data diantri &kelebihanya dibuang,setiap paket data yang dikeluarkan identik dengan token.
·         FIFO
  Pada metode FIFO jika trafik melebihi nilai set maka paket data akan dimasukkan ke antrian, paket data tidak mengalami pembuangan hanya tertunda beberapa saat. Metode FIFO cocok diterapkan pada koneksi internet dengan bandwidth menengah 64kbps, untuk menghindari bootle neck pada jaringan LAN. Paket data jika melebihi batas konfigurasi akan di masukkan ke dalam antrian dan pada saat jaringan LAN tidak sibuk maka paket data dalam antrian akan dikeluarkan.
·         Random Early Detection
Random Early Detection atau bisa disebut Random Early Drop biasanya dipergunakan untuk gateway / router backbone dengan tingkat trafik yang sangat tinggi. RED mengendalikan trafik jaringan sehingga terhindar dari kemacetan pada saat trafik tinggi berdasarkan pemantauan perubahan nilai antrian minimum dan maksimum. Jika isi antrian dibawah nilai minimum maka mode 'drop' tidak berlaku, saat antrian mulai terisi hingga melebihi nilai maksimum maka RED akan membuang (drop) paket data secara acak sehingga kemacetan pada jaringan dapat dihindari.
5. Komponen-Komponen yang terdapat pada traffic conditioner
Ø  Classifier 
 Classifier memilih paket berdasar pada header paketnya dan meneruskan paket yang memenuhi aturan classifier pengolahan lebih lanjut. DS model menetapkan dua jenis paket classifier:
1.  Multi-Field ( MF) Classifier  dapat menggolongkan pada bidang DS seperti halnya pada IP lain, contoh, IP address and the port number, seperti RSVP.
2.  Behavior Aggregate ( BA) Classifier, hanya menggolongkan pada bit didalam bidang DS.

Ø  Meter 
Traffic meters mengukur jika penyampaian paket itu terpilih oleh classifier yang sesuai  dengan profil lalu  lintas  yang menguraikan QoS untuk SLA antara pelanggan dan penyedia jasa layanan. Suatu meter lewat status informasi ke fungsi pengkondisian yang lain  untuk men-trigger   tindakan  tertentu  untuk masingmasing paket, baik   mengerjakan maupun   tidak  mematuhi yang diminta kebutuhan Qos

Ø  Marker 
DS menetapkan DS field dari paket  IP berikutnya untuk bit tertentu. PHB adalah yang ditetapkan dalam 6 bit yang pertama DS field sehingga paket-paket yang ditandai disampaikan di dalam daerah DS menurut SLA antara pelanggan dan service provider.

Ø  Shaper/dropper
Paket shapers dan droppers menyebabkan konformasi pada beberapa properti lalu lintas yang dikonfigurasi, sebagai contoh, token bucket filter,  seperti “Service classes” Mereka menggunakan metoda berbeda untuk membawa arus ke dalam pemenuhan dengan profil lalu lintas profil. Shaper menunda beberapa atau semua paket tersebut. Dropper pada umumnya mempunyai suatu finite-size buffer, dan paket tidak mungkin dibuang jika ada space bufffer cukup untuk memegang paket yang ditunda. Dropper membuang beberapa atau semua paket itu. Proses ini adalah mengetahui menjaga ketertiban arus itu. Suatu dropper dapat diterapkan sebagai kasus yang khusus dari shaper dengan pengaturan ukuran shaper buffer pada paketnol(zero packets). 
   



Senin, 07 September 2015

ANALISA KEBUTUHAN BANDWIDTH

Advisor           : Selamet hariadi,S.Kom
Develper         : Ma’rifatun Nafila
Kelas               : XI TKJ/TKJ 6
Mapel              : TJL(Teknik Jaringan Lanjut)
Abstrak            : Pertemuan kali ini membahas tentang Analisa Kebutuhan Bandwidth.

ANALISA KEBUTUHAN BANDWIDTH

Kenapa Mengetahui perlu kebutuhan Bandwidth?
Agar penggunaan bandwidth efektif, klien harus mengetahui kebutuhan layanan untuk dirinya, sehingga dapat menghitung total bandwidth yang dibutuhkan. Semakin besar bandwidth yang digunakan semakin besar pembayaran bulanan pada ISP.

Untuk lebih jelas, segera baca dua contoh Studi kasus dibawah ini.

Studi Kasus 1
Sebuah sekolah menengah kejuruan negeri di Malang memiliki jaringan komputer yang terdiri dari 2 ruang lab. Komputer yang terhubun untuk browsing (tidak digunakan untuk download). Hitun kebutuhan bandwidth secara ideal.

Analisa kebutuhan bandwidth Studi Kasus 1:
1.        Penggunaan internet di sekolah banyak digunakan untuk layanan web atau browsing. Layanan web membutuhkan bandwidth minimal 128 Kbps.
2.        Lab. Komputer 2 ruangan, masing-masing 25 komputer. Total komputer adalah 25*2=50 komputer.
3.        Kebutuhan bandwidth adalah 128 Kbps *50=64000 Kbps.

Catatan : kebutuhan 128 Kbps adalah gambaran umum untuk layanan akses web atau browsing. Jadi untuk melakukan analisa di kline yang menggunakan layanan lainnya harus melakukan analisa mendlam pada akses bandwidth layanan yang digunakan.

Studi Kasus 2
Sebuah perusahaan toko online mempunyai 7 karyawan yang terdiri dari (Customer service 2 orang, kasir 2 orang, online marketing 1 orang, packing 2 orang dan manager 1 orang). Berapa bandwidth yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut?

Analisa kebutuhan bandwidth Studi Kasus 2 :
1. Semua karyawan membutuhkan koneksi internet dengan service web kecuali           bagian packing.
2. Jumlah komputer adalah  buah (2 komputer untuk custemer service, 1 komputer      untuk kasir, 1 komputer marketing dan 1 komputer untuk manager).
3. Jika semua komputer digunakan untuk akses web, maka masing-masing komputer   membutuhkan bandwidth sebesar 128 Kbps maka perhitungannya adalah.             5x128Kbps= 640 Kbps.


Saran untuk studi kasus ke-2 :
1. Bandwidth yang dibutuhkan sebesar 640 Kbps. Sebagian besar provider internet tidak menyediakan layanan dengan bandwidth sebesar 640 Kbps. Biasanya ISP menawarkan bandwidth internet sebesar 384 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps dan            seterusnya.
2. Kebutuhan bandwidth 640 Kbps. Perusahaan dapat berlangganan internet pada ISP      seperti telkom denga layaan speedy dengan bandwidth 512 Kbps sebanyak 2 line            atau 1 Mbps sebanyak 1 line.
3. Untuk mengantisipasi koneksi terputus, sebaknya perusahaan berlangganan koneksi       internet paada 2 ISP yang berbeda. Berlangganan pada telkom dengan produknya        speed bandwidth sebesar 512 Kbps dan berlangganan koneksi pada ISP lain sebesar             512 Kbps.
4. Saran nomor 3 lebih baik dari pada berlanggana bandwidth speedy pada telkom             sebesar 512 Kbps sebanyak 2 line.

Sumber:

2. Pertemuan hari ini semua, kamis, 03 september 2015 

Kamis, 13 Agustus 2015

Keamanan jaringan : Pengertian & Kebijakan Jaringan Di Organisasi



Developer  : Ma’rifatun Nafila
Adviser     : Selamet Hariadi
Pertemuan  : hari kamis,13-08-2015
Abstrak    : Pertemuan kali ini membahas tentang Pengertian Keamanan Jaringan.
Kebijakan Jaringan dibagi menjadi beberapa hal sesuai kebutuhan. ,,,

 Keamanan Jaringan adalah bentuk Pencegahan atau Deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer.
1. Kebijakan Penggunaan Jaringan:
  • Kebijakan organisasi
Kebijakan Organisasi, Instansi atau lembaga dalam ruang lingkup Keamanan Jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut.
Contoh:
  • Tata kelola sistem komputer
  • Pengaturan kerapian pengkabelan
  • Pengaturan akses wi-fi
  • Manajemen data organisasi
  • Sinkronisasi antar sub-organ
  • Manajemen Sumber Daya
  • Maintenance & Checking berkala

  • Etika menggunakan jaringan komputer
  • Memahami Akses Pengguna
  • Memahami kualitas daya Organisasi
  • Pengaturan penempatan sub-organ

  • Kebijakan mengakses computer
  • Manajemen pengguna
  • Manajemen sistem komputer
  • Penetapan waktu akses

Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan:
  • Serangan fisik terhadap Keamanan Jaringan:
  • Terjadi gangguan pada Kabel
  • Kerusakan Harddisk
  • Konsleting
  • Data tak tersalur dengan baik
  • Koneksi tak terdeteksi
  • Akses bukan pengguna
  • Serangan logik terhadap Keamanan Jaringan
  • SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem.
  • DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan mengabiskan Resource pada Sistem.
o   Traffic Flooding adalah  Serangan pada Keamanan Jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan.
o   Request Flooding adalah Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.
  • Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan
  • Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia.
  • Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse. Virus: Program merusak yang mereplikasi dirinya pada boot sector atau dokumen. Worm: Virus yang mereplikasi diri tidak merubah fle tapi ada di memory aktif.Trojan Horse: Program yang sepertinya bermanfaat padahal tidak karena uploaded hidden program dan scipt perintah yang membuat sistem rentan gangguan.
  • Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.
  • Peralatan pemantau kemungkinan ancaman dan serangan terhadap Keamanan Jaringan


Sumber:
  1. Pertemuan Kelas hari kamis, tanggal 13-08-2015
  2.        Semoga bermanfa'at...